Posts

CERPEN

  SENANG BISA BERKENALAN DENGAN KEMALIQ LINGSAR Kring kring suara alarm membangunkan tidurku di pagi ini yang begitu dingin, membuatku malas beranjak dari tempat tidur yang nyaman ini. Yah, mau gimana lagi aku harus bergegas menjalankan aktivitasku sebagai mahasiswa. Dengan malas aku bangkit dari tidurku lalu bergegas mengambil handuk dan mandi.   Tiba-tiba suara ibu memanggilku, “Ika cepat turun!sarapan sudah siap!” Teriak ibu. “iya bu, ini sudah kok.” Teriakku dari dalam kamar, dengan tak bersemangat ku langkahkan kaki ini untuk turun. Di ruang makan ibu sudah duduk dengan menu makan pagi   yang berjejer rapi di meja makan, nasi goreng, telur mata sapi, roti bakar dan susu. “ini, nasi goreng kesukaan kamu sayang. “Ucap ibu sambil menyodorkan sepiring nasi goreng. “iya bu, terima kasih, ngomomg-ngomong Ayah kemana Bu? “tanyaku. Oh, ayahmu sudah berangkat tadi pagi. Ayah katanya ada pertemuan penting. “jawab ibu. Dan kali ini   aku harus berangkat sendiri...

Mengenal Kemaliq Ranget

  Kemaliq Ranget Me nelusuri dari googlemap, ada sebuah lokasi yang sedikit membingungkan, yakni pura Ranget. Setahu saya, di tempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain Islam. Lalu mengapa ada bangunan pura di tempat itu. Akhirnya saya mencoba menelusuri lebih jauh dengan datang langsung ke lokasi, dan mewancarai Kepala Dusun Ranget, Bapak Septori Wirawan.    Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq. “Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perusahaan air minum daerah.” Ungkap pak kadus dengan wajah muram.   Kasus ini menjadi kian rumit dikarenakan banyaknya ...

Kemaliq Ranget di Sesaot Narmada Lombok Barat

  Siapa yang belum pernah mendengar nama Pulau Lombok?. Selain terkenal karena menawarkan pemandangan alam super eksotis, Lombok juga memiliki kekayaan budaya unik dan menarik yang disuguhkan oleh penduduk lokalnya, yang tidak lain adalah Suku Sasak. Kehidupan tradisional masyarakat Sasak masih dapat disaksikan hingga sekarang. Selain itu, Lombok juga memiliki keunikan tersendiri sehingga mendapatkan julukkan sebagai Pulau Seribu Masjid karena mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Suku Sasak memiliki bahasa daerah sendiri yang disebut bahasa Sasak, yang bahasanya hampir sama dengan bahasa Sumbawa dan Bali.   Beberapa kelompok orang Sasak masih hidup secara tradisional sesuai tradisi dari nenek moyang mereka. Salah satu warisan budaya peninggalan yang ada di suku Sasak adalah Kemaliq Ranget yang terletak di dusun Ranget, desa Suranadi, kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Yang berjarak kurang lebih sekitar 15 km dari pusat Kota Mataram. ...